1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

Inilah Tiga Kriteria Pengembang Properti Yang Baik

Discussion in 'Berita Properti Indonesia' started by apartemen, Feb 7, 2017.

  1. apartemen

    apartemen Guest

    Inilah Tiga Kriteria Pengembang Properti Yang Baik

    [​IMG]
    Sebelum berinvestasi properti, Anda harus jeli melakukan survei. Salah satunya adalah survei untuk memastikan pengembang properti tersebut memang bukan ‘pengembang bodong’. Jangan sampai Anda salah memilih, sehingga banyak kasus penipuan dimana pengembang kabur membawa uang konsumen.

    Berikut ini adalah tiga kriteria pengembang yang baik :

    1. Kredibilitas
    Anda akan melakukan transaksi dengan pengembang secara hukum, seperti membuat perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), atau dengan akta jual beli (AJB) ketika akan membeli suatu properti dari sebuah perusahaan pengembang. Karena itulah, sangat penting melihat kredibilitas pengembang tersebut. Jika bisa, cari pengembang yang sudah memiliki proyek-proyek sebelumnya sehingga bisa terlihat kredibilitas dari pengembang tersebut.

    2. Legalitas
    Pastikan bahwa bangunan properti, seperti apartemen, yang ingin Anda beli berada di atas tanah yang sudah ada sertifikatnya. Sebagai konsumen, Anda memiliki hak untuk bertanya dan melihat sendiri sertifikat tersebut. Developer yang baik tidak akan segan menunjukkan izin-izin membangun, dll, kepada Anda karena tidak ada yang disembunyikan.

    3. Komitmen
    Ketika mempromosikan properti yang dijualm pengembang pastinya menjanjikan berbagai fasilitas, seperti fasilitas di dalam gedung apartemen dan fasilitas pendukung, seperti pusat belanja, club house, lahan parkir memadai, dsb. Seiring dengan pembangunan apartemen atau properti lainnya, biasanya pengembang akan mengabaikan janji-janjinya karena ingin menekan biaya.

    Karena itu, ada baiknya jika Anda mengkonfirmasi kepada pihak pengembang, apa saja fasilitas yang akan didapatkan ketika gedung apartemen sudah benar-benar jadi. Jika memungkinkan, buat perjanjian dengan developer dengan ketepatan waktu serah terima dan kualitas bangunan sebelum Anda membayar booking fee. Buat surat perjanjian jual beli (SPJB) jika terlambat melakukan serah terima, maka pengembang akan dikenakan denda 1/1000 dari biaya bangunan, dll.

    Sumber artikel : Blog Rukamen
     

Share This Page