1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

Beberapa presepsi yang salah dari KPR

Discussion in 'KPR & Bank' started by pandeg, Apr 19, 2017.

  1. pandeg

    pandeg New Member

    Banyaknya penduduk Indonesia dan mulai sedikitnya lahan untuk tempat tinggal menjadikan rumah-rumah naik menjadi mahal, selain itu tanah pun ikut melambung tinggi dan banyak dijadikan investasi dan simpanan jangka panjang pribadi.

    [​IMG]

    Maka dari itu beberapa orang justru senang membisniskan tanah mereka. Lantas bagaimana dengan tempat tinggal yang kurang?

    Tentu tidak semua orang bisa dan betah tinggal di rumah susun atau apartemen bertingkat, bukan?

    Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah dan bank lainnya adalah jenis KPR. Di mana KPR adalah kredit kepemilikan rumah bagi beberapa orang yang memiliki pendapatan terbatas dan tidak memiliki uang sebesar jumlah pembelian tanah dan rumah secara cash.

    KPR ini juga merupakan bangunan atau subsidi pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah.

    Dengan begitu Anda yang pemasukan ekonomi tidak tinggi tentu bisa memanfaatkan fasilitas ini. Namun ada beberapa mitos KPR yang sepertinya keliru. Apa saja?

    1. Uang Muka Besar Lebih Baik

    Banyak yang mengatakan bahwa dengan mengambil uang muka yang besar maka akan lebih baik dalam kredit KPR dan lebih aman. Ternyata masalah pertama ini adalah mitos terbesar yang tersebar.

    Uang muka merupakan pembayaran yang bisa dibayarkan ketika awal. Sebelum memulai kredit pertama.

    Uang muka ini dianggap bisa meringankan kreditan selanjutnya. Hal tersebut memang benar, namun bukan berarti uang muka besar akan lebih baik.

    KPR biasanya menyediakan rumah dasar saja, di mana Anda masih harus memoles rumah tersebut menjadi bagus atau sedikit merenovasinya.

    Uang muka yang besar tentu akan mengurangi anggaran untuk merenovasi rumah tersebut. Maka dari itulah anggaran besar belum tentu pilihan yang baik.

    2. Tunggu Tua

    Beberapa masyarakat Indonesia memiliki polemik yang buruk. Di mana mereka sengaja menunggu tua untuk membeli rumah atau dianggap ketika sudah siap berpisah dari orang tua dan hidup mandiri.

    Misalnya sudah mapan atau sudah menikah, padahal Anda bisa membeli rumah dari waktu yang lebih muda

    Apalagi pengambilan KPR memiliki batas waktu tertentu, misal jika Anda sudah memasuki usia 50 tahun, atau Anda sudah tidak memiliki pasangan seperti janda atau duda, maka pengambilan KPR akan sulit dilakukan. Hal itu disebabkan pihak KPR sendiri tidak berani mengambil risiko jika nasabahnya terjadi sesuatu.

    3. Kredit Besar Cepat Lunas

    Mitos selanjutnya berkaitan dengan strategi pembayaran. Di mana Anda jangan salah sangka dengan strategi pembayaran uang kredit lebih besar.

    Sebaiknya pikirkan dan hitung terlebih dahulu pemasukan dan pengeluaran yang ada pada keuangan Anda sesuai tidak dengan pembayaran KPR.

    Tak hanya itu saja apakah masih ada jenis tunggakan lain yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Jangan sampai pembayaran rumah yang besar justru membuat Anda kesulitan dalam membayar tagihan dan kehidupan sehari-hari.

    4. Tinggal Menabung Saja

    Kata menabung memang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Sayangnya hal ini juga dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia yang sebenarnya keliru untuk dipahami.

    Menabung tidaklah cukup untuk membayar kredit KPR atau biaya uang muka awal. Faktanya setelah menabungpun uang yang terkumpul kadang masih kurang.

    Maka jangan menyepelekan pembayaran KPR dengan cara menabung dalam jangka waktu yang terhitung dekat. Selain itu Anda juga akan kesulitan jika harus menabung untuk membayar KPR.

    5. KPR Membebani

    Ada yang bilang mengambil rumah dengan sistem KPR akan membebani karena penggunaan dan peraturannya yang menggunakan tenor dan sistem kredit. Padahal kepemilikan rumah dengan cara cash akan sulit.

    Jika Anda meminjam uang ke Bank dalam jumlah besar dengan harga yang besar tentu saja tidak akan terkabul.

    Dibanding Anda sulit memiliki rumah terutama di era modern ini. Meskipun bersistem kredit dan tenor, tak masalah bukan jika hasilnya Anda memiliki rumah sendiri.

    Dengan adanya mitos KPR ini memang menjadi baik dan membuat beberapa orang semakin matang dalam mengambil sikap dan juga berhati-hati.

    Anda juga bisa memilah di mana tempat KPR didirikan dan jenis rumah apa yang wajar dengan harga dan juga keuangan Anda.




    Sumber : JAKARTA, KOMPAS.com
     

Share This Page